Banda Aceh, 11 Juni 2026 — Yayasan Bina Karya Prima Persada (BKPP) terus memperkuat langkah pembinaan Gampong Lhok Pusong, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, dengan membangun kolaborasi bersama berbagai pihak.
Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kunjungan kerja dan silaturahmi Yayasan BKPP ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh pada 11 Juni 2026. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam mendorong Lhok Pusong sebagai Desa Anti Narkoba yang terintegrasi dengan program pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan.
Bagi BKPP, pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi. Desa yang kuat juga membutuhkan masyarakat yang sehat, lingkungan yang aman, serta generasi muda yang memiliki masa depan dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika maupun berbagai persoalan sosial lainnya.
Membangun Desa dari Dua Sisi
Program pembinaan Lhok Pusong dirancang dengan pendekatan yang mengintegrasikan penguatan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia.
Di satu sisi, BKPP mendorong pengembangan sektor pertanian, peternakan, ketahanan pangan, serta kegiatan ekonomi produktif berbasis potensi lokal.
Di sisi lain, lingkungan sosial masyarakat juga perlu diperkuat melalui upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika, peningkatan kesadaran masyarakat, serta perlindungan terhadap generasi muda.
Pendekatan tersebut menjadi dasar penting dalam membangun desa yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga memiliki ketahanan sosial.
“Kami ingin Lhok Pusong tumbuh menjadi desa yang mandiri dan berkelanjutan. Ketahanan pangan dan ekonomi harus berjalan bersama dengan pembangunan manusia yang sehat dan terbebas dari narkoba,” ujar Ketua Umum Yayasan BKPP, Muhammad Ridha.
Menurutnya, desa yang memiliki aktivitas ekonomi yang produktif akan memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan potensi dan masa depannya.
Sinergi BKPP dan BNNP Aceh
Dalam pertemuan dengan BNNP Aceh, BKPP menyampaikan konsep pembinaan Lhok Pusong sekaligus membuka peluang kerja sama dalam pengembangan program Desa Anti Narkoba.
Rombongan BKPP dipimpin Ketua Pembina Amri Andid, Ketua Pengawas Azhari Bahrul, Ketua Umum Muhammad Ridha, serta jajaran pengurus harian. Rombongan diterima oleh Kabag Umum BNNP Aceh Hasnanda Putra bersama jajaran BNNP Aceh yang mewakili Kepala BNNP Aceh.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pendekatan pencegahan berbasis masyarakat, sehingga upaya melindungi masyarakat dari bahaya narkotika tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi, tetapi dapat menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat desa.
BKPP memandang bahwa keberhasilan program Desa Anti Narkoba sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Karena itu, edukasi, partisipasi pemuda, penguatan keluarga, serta keterlibatan aparatur dan tokoh masyarakat menjadi bagian penting yang perlu dibangun secara bertahap.
Memberikan Ruang Positif bagi Generasi Muda
Generasi muda menjadi salah satu kelompok yang mendapatkan perhatian khusus dalam konsep pembinaan Lhok Pusong.
BKPP meyakini bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu diiringi dengan penyediaan ruang-ruang positif bagi pemuda.
Kegiatan kewirausahaan, pelatihan keterampilan, pertanian, peternakan, olahraga, serta kegiatan sosial dan kemasyarakatan dapat menjadi sarana untuk membangun produktivitas sekaligus memperkuat karakter generasi muda.
Dengan demikian, pemuda tidak hanya menjadi objek program pencegahan, tetapi ditempatkan sebagai pelaku utama pembangunan desa.
Mereka diharapkan dapat mengambil peran dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal sekaligus menjadi bagian dari gerakan menciptakan lingkungan desa yang sehat dan bebas narkoba.
Ketahanan Pangan sebagai Bagian dari Kemandirian Desa
Konsep Desa Anti Narkoba yang dikembangkan BKPP juga ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, yaitu membangun kemandirian masyarakat.
Penguatan pertanian dan peternakan menjadi salah satu sektor yang diproyeksikan dapat menciptakan sumber penghasilan baru bagi masyarakat. Pengembangan potensi tersebut akan diarahkan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Ke depan, Lhok Pusong diharapkan mampu berkembang sebagai kawasan yang memiliki keterkaitan antara produksi pangan, peternakan, pengolahan hasil, kewirausahaan, dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Dengan ekonomi yang semakin produktif dan masyarakat yang semakin sadar terhadap bahaya narkotika, desa diharapkan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk berkembang secara berkelanjutan.
Menuju Model Desa yang Terintegrasi
BKPP berharap pembinaan Lhok Pusong dapat berkembang menjadi model pemberdayaan desa yang mengintegrasikan tiga aspek utama:
ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, dan ketahanan sosial.
Ketiganya saling berkaitan. Ketahanan pangan memberikan dasar bagi keberlangsungan masyarakat, ekonomi produktif menciptakan kemandirian, sementara lingkungan sosial yang sehat menjadi fondasi bagi tumbuhnya generasi masa depan.
Karena itu, kolaborasi dengan BNNP Aceh menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pembinaan Lhok Pusong.
BKPP juga akan terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah, pemerintah gampong, lembaga masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dari Desa Binaan Menuju Desa Mandiri
Lhok Pusong telah mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk menjadi desa binaan BKPP melalui rekomendasi Bupati Pidie Jaya Nomor 383.1/V/2026 tanggal 18 Mei 2026.
Kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab sekaligus motivasi bagi BKPP untuk menjalankan program pembinaan secara terarah dan berkelanjutan.
Bagi Yayasan BKPP, membangun desa bukan sekadar menghadirkan sebuah program. Lebih jauh, pembinaan merupakan proses untuk membangun masyarakat agar mampu mengenali potensinya, mengembangkan kemampuannya, dan menentukan masa depannya sendiri.
Melalui sinergi dengan BNNP Aceh dan berbagai pihak lainnya, BKPP berharap Lhok Pusong dapat tumbuh menjadi desa yang sehat, aman, produktif, mandiri, dan memiliki ketahanan ekonomi serta sosial yang kuat.
Karena desa yang kuat bukan hanya desa yang mampu menghasilkan pangan, tetapi juga desa yang mampu menjaga generasinya.
Link berita terkait: https://www.kba.one/news/yayasan-bkpp-gandeng-bnnp-aceh-siapkan-lhok-pusong-jadi-desa-anti-narkoba-dan-sentra-ketahanan-pangan/index.html